Candei adalah sebuah kelompok musik asal Muara Enim, Sumatera Selatan.
Memainkan musik folk/melayu dengan lirik berbahasa suku Besemah, suku yang mendiami beberapa wilayah di Sumatera Selatan.
Formula musik Candei diinspirasi oleh Batanghari Sembilan, irama musik petikan gitar tunggal lengkap dengan tradisi bertuturnya. Dikenal juga sebagai tradisi Rejung atau Merejung, memberikan warna khas dalam setiap karya mereka.
Setiap lagu dalam album mini Self Titled ini bercerita tentang tradisi yang menyimpang dan mengarah ke hal-hal negatif, menyoroti pentingnya mempertahankan nilai-nilai budaya yang baik.
*Setiap pembelian satu buah vinyl, akan mendapatkan satu buah cd Candei.
Tracklist
#
TRACK
PUBLISHED DATE
PREVIEW
BUY TRACK
*tax excluded
1
Ghimbe
Fri, Dec 13, 2024
Ghimbe adalah karya tembang dari Candei yang diciptakan atau dilahirkan di tahun 2
atau 3 berdirinya group musik Candei. Ghimbe atau hutan belantara adalah track
yang mempunyai makna keseimbangan dan keselarasan, serta hubungan yang harus
dijaga dari setiap aspek yang ada. Sebab jika tidak ada Ghimbe maka tidak ada
peradaban hingga saat ini.
2
Titah Raje
Fri, Dec 13, 2024
Titah Raje atau sering juga disebut aturan-aturan para penguasa, merupakan salah
satu track dari Candei yang menyampaikan pesan tentang kegusaran hati atas
kebijkan penguasa yang mengambil keputusan tanpa memikirkan dampak bagi
rakyatnya.
3
Sendari
Fri, Dec 13, 2024
Sendari merupakan single pertama Candei yang bertema ajakan kepada kita semua
agar selalu menjaga hutan. Kalau hutan dirusak maka akan banyak bencana yang
terjadi.
4
Cerite Baghi
Fri, Dec 13, 2024
Cerite Baghi atau yang berarti kisah lalu, adalah track yang menyampaikan petuah
tentang semangat juang dalam berkarya, semangat untuk hidup, semangat untuk
menyampaikan ide, dan jangan pernah pesimis akan diri sendiri. Karena apapun yang
Tuhan ciptakan, pasti ada manfaatnya.
5
Tikate Tuwe
Fri, Dec 13, 2024
Tikate Tue atau kata kata bijak. Dalam kisah manusia pasti ada awal dan ada akhir,
ada cinta dan kasih saying, dan ada sebab akibat. Oleh karena itu, manusia harus
berpedoman pada Tuhan, adab, adat, serta menjaga hubungan antar sesama
manusia, tanpa ada perbedaan suku, ras, agama, dll. Karena kita semua sama di mata
Tuhan.